Senin, 09 April 2012

MATERIALITAS DAN RISIKO


MATERIALITAS DAN RISIKO

Adalah Besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi yang dapat mengakibatkan mempengaruhi pengambilan keputusan

Langkah-langkah Penerapan Materialitas
1.    Menetapkan Pertimbangan Materialitas Awal
     PSA 25 (SA 312) mengharuskan auditor untuk memutuskan jumlah gabungan salah saji dalam laporan keuangan yang akan mereka anggap material di awal pengauditan bersamaan dengan ketika mereka mengembangkan strategi audit secara keseluruhan.  Dinamakan pertimbangan materialitas awal, karena meskipun merupakan opini profesional, penilaian tersebut dapat berubah selama kontrak kerja.

2.    Mengalokasian Pertimbangan Materialitas awal ke setiap bagian (salah saji yang dapat diterima)
     Pengalokasian pertimbangan materialitas awal ke setiap bagian merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena auditor mengumpulkan bukti audit terbagian dibandingkan dengan laporan keuangan secara keseluruhan

3.    Memperkirakan salah saji dan membandingkannya dengan penilaian awal.
     Dua langkah pertama dalam menerapkam konsep materialistis melibatkan perencanaan, yang juga merupakan perhatian utama. Tiga langkah terakhir dihasilkan dari pengujian audit yang dilakukan.

Terdapat dua jenis salah saji yang mungkin. 
1. salah saji yang muncul karena adanya perbedaan antara penilaian manajemen dan 
2. penilaian auditor mengenai estimasi saldo akun.

Jenis-jenis Risiko

Risiko Deteksi, di mana bukti audit untuk suatu bagian tidak mampu mendeteksi salah saji yang melebihi salah saji yang dapat diterima
Risiko Bawaan, mengukur penilaian auditor atas kemungkinan terdapatnya salah saji material (baik kecurangan maupun kesalahan)  dalam sebuah bagian pengauditan sebelum mempertimbangkan efektivitas pengendalian internal klien.
Risiko Pengendalian (control risk), mengukur penilaian auditor mengenai apakah salah saji melebihi jumlah yang dapat diterima di suatu bagian pengauditan akan dapat dicegah atau dideteksi dengan tepat oleh pengendalian internal klien.
Risiko Audit yang dapat Diterima (Acceptable Audit Risk), mengukur tingkat kesedian auditor untuk menerima kemungkinan adanya salah saji dalam laporan keuangan setelah audit telah selesai dijalankan dan opini wajar tanpa pengecualian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar